Malang, 25 Desember
2013
Ya benar, hari
ini adalah Hari Natal. Hari natal adalah hari besarnya umat Kristiani untuk
memperingati lahirnya Yesus Kristus ke dunia. Ingin tahu bagaimana natal yang
lebih lengkap, sila googling saja ya J
dan anda akan mendapat jawaban yang beragam, mulai dari jawaban yang
menenangkan hingga yang mengobarkan kebencian terhadap natal. Silakan memilih
mana yang menurutmu benar. Saya takkan memaksa anda untuk meyakini definisi
natal yang sama dengan yang saya yakini J
Natal saya kali ini terasa berbeda. Ya terasa
berbeda karena kali ini saya merayakannya di bumi Arema, ini merupakan natal
saya yang pertama yang bukan di kampung halaman. Makna natal bagi saya pribadi
adalah saat yang baik untuk refleksi diri, merenungkan salah dan khilaf yang
pernah dilakukan, mensyukuri berkat yang Tuhan telah beri kepada saya. Harap
saya untuk saya pribadi ke depannya, semoga saya lebih mampu untuk menjaga
lisan dan laku saya agar tidak menyakiti orang lagi. Hohoho, iya saya menyadari
benar bahwa betapa saya ini orang yang cukup blak-blakan, keras kepala dan sedikit arogan.
Sifat saya ini tak jarang berhasil membuat orang lain yang belum cukup mengenal
saya tersinggung. Sungguh, terkadang saya tak benar-benar bermaksud untuk
menyinggung orang lain.
Natal
kali ini pun sama seperti natal-natal di tahun sebelumnya, selalu saja diwarnai
dengan perdebatan mereka tentang halal haramnya mengucapkan natal. Entahlah,
saya rasa terlalu berharga bila saya mengorbankan sukacita natal saya untuk
terlalu ambil pusing kepada hal-hal yang demikian, namun yang pasti bila anda
mengatakan ucapan selamat natal kepada saya, akan saya sambut dengan senyuman
hangat, sedang bila anda tidak mengucapkan, bukan berarti itu merusak hikmat
dan kesakralan perayaan natal saya.
Natal
kali ini pun sama seperti natal-natal saya di tahun sebelumnya, selalu ada
harap yang saya panjatkan disana. Selalu ada harap untuk menjadi pribadi yang
lebih baik, semoga saya mampu menjadi pribadi yang berkenan di hadapan Tuhan
dan sesama. Semoga mamak bapak dan kedua adik saya di kampung halaman selalu sehat dan bahagia disana. Juga untuk
mereka, tulang nantulang saya, maktua, namboru, paktua, uwak, guru abang kakak
dan seluruhnya mereka yang saya tak bisa sebutkan satu per satu, mereka yang
bahu membahu dalam menolong dan mendukung saya baik secara materiil maupun
moril hingga saya bisa memijakkan kaki di bumi Arema ini, semoga mereka tetap
senantiasa dalam lindungan Tuhan, semoga sukacita dan damai natal memenuhi
relung hati mereka.
Di
natal ini, saya juga punya harapan untuk Indonesia yang lebih baik. Semoga
toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia semakin membaik ke
depannya. Saya rindu Indonesia punya pemimpin yang punya ketegasan seperti
Sukarno, dan yang punya toleransi dan kebesaran hati bak samudera seperti Gus
Dur. Saya juga berharap untuk kebahagiaan anak-anak negeri ini, untuk cahaya
dan nyala harapan dan optimisme masa depan di bola mata mereka.
Semoga
damai dan sukacita natal selalu bersama dan memenuhi hati kita. Selamat Natal
25 Desember 2013 ya! J
Maaf,
kalau misalnya catatan ini kesannya tidak punya fokus, semoga saya mampu lebih
baik lagi menulis :D

Comments
Post a Comment