Skip to main content

Ponsel Pintar dan Gerobak Nasi Goreng

Hari ini, seharian aku belum "makan berat". Sedari pagi aku belum makan nasi, hanya crackers Hup Seng yang kubawa dari Tanjungbalai yang siang tadi kulahap. Sekitar jam setengah enam sore, bergegas aku mandi lalu segera bersiap untuk mencari makan berat!
Aku lalu mengantri untuk beli nasi goreng. Aku memang sering beli nasi goreng Cak Langgeng ini. Jangan bayangkan seperti apa bagusnya warungnya. Karena warung pun Ia tak punya. Ia hanya penjual nasi goreng dan bakmi goreng dengan gerobak di gang dekat kostan temanku. Aku sering membeli nasi goreng di Cak Langgeng ini karena tak terlalu jauh dari kostanku. Alasan lainnya, tentu karena porsinya yang bisa bikin buto ijo kenyang itu. Hahaha, kalian tahu sendirilah itu!
Yang sedang membeli memang bukan hanya aku. Ada beberapa mbak-mbak lain yang juga sedang menunggu pesanannya selesai. Kuamati mereka yang juga sedang membeli itu, tampak mereka sedang sibuk dengan smartphone masing-masing. Mereka mencoba mengusir jemu dengan ponsel pintar yang begitu disayanginya. Aku lalu membayangkan bagaimana rasanya dulu ketika hape belum menjamur seperti sekarang. Apakah beli nasi goreng seperti ini juga kikuknya?
Telepon genggam, tak peduli ia pintar atau tidak, nyatanya ia telah mengikis kebudayaan. Budaya Indonesia yang ramah tamah bahkan tak berlaku meski sekedar di antrian pembeli nasi goreng dengan gerobak. 
Benarkah sepenuhnya ini salah telepon genggam? Ah, tidak juga. Kurang elok dan kurang bijaksana rasanya menyalahkan telepon genggam untuk perubahan sikap hidup yang seperti ini. Manusia sebagai penggunalah yang paling bertanggung jawab. Untuk perubahan-perubahan yang terjadi atas dirinya sendiri sebagai pengguna dan untuk dirinya sendiri yang kalah cerdas dari ponsel pintarnya itu hingga Ia dikontrol oleh ponselnya. 
Dan tentang manusia itu, aku pun tak terkecuali.Aku juga sama dengan mereka, yang meski tanpa smartphone, kadang masih saja kalah dengan kontrolnya. 

Comments

Popular posts from this blog

Unsur Unsur Periode Tiga - Kimia kelas XII

I'm comeback ceman-cemaannnnn :D Nih aku ada sedikit bahan untuk belajar kimia tentang unsur periode tiga. Walaupun gak begitu sempurna dan masih banyak kekurangan disana-sini tapi bisalah untuk nambah-nambah pengetahuan :) Langsung aja ke TKP yah :) Ini linknya Semoga bisa bermanfaat. http://www.ziddu.com/download/21086108/unsurperiodetiga.pdf.html

Terimakasih Kelas E Genap! :)

Terimakasih kelas E genap untuk kebersamaan selama satu semester. Terimakasih kalian sudah menghidupkan kelas E dan membuat semester genap terasa begitu menyenangkan. Terimakasih untuk Raushanfikr Bushron , CO kampret yang meski tertatih tetap bisa mengoordinasi anak-anak kelas E.Salam 3 Jari bos! Hahaha  Terimakasih untuk para COPraktikum, Mbak Wulan Puji Lestari (CO Dasar Budidaya Tanaman) yang juga Asisten Dasar Ilmu Tanah untuk anak Agribisnis dan partnernya Muhammad Agham Habibi (CO DBT) yang kerja keras dan bersimbah peluh berbakti untuk kepentingan kelas *halah wkwkwk*, terimakasih ya Wulan dan Agham, kalau bukan karena lobi kalian, kita anak kelas E gak bisa napas. Terimakasih pula untuk CO Praktikum Biokimia Tanaman, Sudalan Wangsa Paringga si anak Lombok, terimakasih udah ngelobi mas asisten praktikum, terimakasih sudah ngelucu selama satu semester dengan pertanyaanmu yang super duper nguawurr wkwkwk. Santai lan, ana ga bakalan ngebully antum kok di ucapan terimakasi...

Valentine Day

Sudah seminggu ini, linimasa akun jejaring sosial saya sebagiannya diisi dengan topik Valentine's Day. Berbagai pendapat bertebaran, diantaranya ada yang ikut saya bagikan ulang di akun saya. Omong-omong tentang Valentine's Day, saya pertama kali merayakan Valentine's Day sewaktu saya duduk di sekolah dasar, dengan teman-teman saya. Kami merayakannya dengan saling menukar hadiah valentine, yang dibungkus dengan kertas kado supaya surprise . Saat itu, kami juga sama-sama membuka kado apa yang kami dapatkan. Hahaha, saya teringat bahwa saya dan beberapa teman saya jengkel saat itu, karena mendapatkan kado yang rasanya tidak setara dengan yang kami berikan pada teman kami. Hahaha, sungguh saya sedang menertawakan Elisabeth kecil.  Saya sedari dulu, memahami Valentine's Day sebagai perayaan hari kasih sayang. Perayaan kasih sayang tentu bukan hanya kepada pacar/ pasangan (kasih eros), tapi juga ada banyak, seperti kepada orang tua, adik dan yang lainnya. Perayaan kasih s...